Produksi Minyak Turun, Defisit Bisa Melambung

Headline
Menteri Keuangan Agus Martowardojo - Defisit anggaran 2011 bakal membengkak di kisaran Rp4,5-8 triliun terkait tidak tercapainya target produksi (lifting) minyak dan asumsi ICP.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, diperlukan adanya revisi target lifting minyak tahun ini yaitu dari 970 ribu barel per hari (bph) menjadi sekitar 945 ribu -952 ribu bph.

Hal tersebut, lanjutnya, sehubungan dengan adanya faktor penghambat produksi antara lain faktor penurunan produksi alamiah sekitar 12% per tahun, pemberlakuan azas cabotage pada kegiatan usaha hulu migas, dan tertundanya produksi Blok Cepu.

Berdasarkan simulasi Kementerian Keuangan dalam paparan tertulisnya di DPR, setiap deviasi 5.000 bph di bawah asumsi 970 ribu bph akan menambah defisit anggaran sebesar Rp900 miliar. Dengan demikian, bila realisasi lifting meleset 18 ribu-25 ribu bph dari target 970 ribu bph, maka potensi penambahan defisit dari pencapaian asumsi makro tersebut mencapai Rp3,2 -4,5 triliun.

Sedangkan terkait ICP, ia mengatakan, apabila seandainya realisasi ICP US$1 per barel di atas asumsi US$80 per barel maka anggaran akan membengkak Rp800 miliar. Hal tersebut juga memperhitungkan koreksi naik anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN sebagai bentuk penyesuaian.

“Pada 2011 kami perkirakan rata-rata ICP di US$90 per barel. Itu akan ada berdampak (terhadap postur APBN) seperti simulasi tadi,” ungkapnya.

Dengan demikian, jika realisasi ICP hanya US$90 per barel, US$10 per barel di atas asumsi 2011 US$80 per barel, maka potensi pembengkakan defisit akan mencapai Rp8 triliun.

Kendati demikian, Agus mengatakan, potensi pembengkakan defisit tersebut akan terkompensasi dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah, dimana setiap penguatan Rp100 per dolar AS dari asumsi Rp9.250 per dolar AS, akan bisa mengurangi defisit sebesar Rp1,7 triliun.

“Jadi di sini kelihatan, kalau seandainya ICP naik atau lifting turun, anggaran kita tertolong karena unsur kurs yang menguat. Sekarang ini kan Rp8.817 per dolar AS, sedangkan asumsi kita Rp9.250 per dolar AS,” paparnya.

Related Post by Category



Posted by Toko Alifa on 19.28. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

0 komentar for "Produksi Minyak Turun, Defisit Bisa Melambung"

Leave a reply

Silahkan komentar jika artikel ini bermanfaat dan maaf komentar spam kami hapus